Senin, 20 April 2015

Sekilas Tentang Fotosintesis



Fotosintesis

            Suatu ciri  yang  dimiliki tumbuhan hijau adalah kemampuan melakukan fotosintesis.  Yaitu  suatu proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk karbohidrat dengan menggunakan karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O) dari dalam tanah. Fotosintesis berlangsung dalam Kloroplas yang berisi klorofil dengan bantuan sinar matahari. Koorofil berfungsi untuk menangkap energi sinar matahari.

Reaksi Fotosintesis

6CO2   +          12H2O                                            C6H12O6          +          6O2
Energi Cahaya + Khloropyl


Proses Fotosintesis membutuhkan
·         Karbon Dioksida (CO2)
Makin banyak karbondioksida diudara, maka makin banyak bahan baku yang dapat digunakan untuk proses fotosintesis
·         Air (H2O)
Air dibutuhkan oleh tumbuhan untuk pelarut dan sebagai medium reaksi enzimatis. Apabila kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup dan dapat menghambat penyerapan karbon dioksida sehigga proses fotosintesis terhambat.
·         Energi Cahaya
·         Kloropyl

Fotosintesis Menghasilkan
·         Karbohidrat (C6H12O6)
·         Oksigen (O2)

Untuk membuktikan hal tersebut diatas, dapat menggunakan percobaan fotosintesis sebagai berikut
  •  Percobaan Ingenhouz
             Orang pertama yang melakukan penelitian adalah Jan Ingenhousz. Ia memasukkan Hydrill verticillata   dalam bejana yang berisi air. Bejana ditutup dengan corong terbalik dan di atasnya diberi tabung reaksi yang diisi air samapai penuh. Bejana tersebut diletakkan di terik matahari, kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan itu.
   
          
 Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa fotosintesis dipengaruhi oleh cahaya matahari dan suhu, serta menghasilkan oksigen hal tersebut terbukti adanya gelembung udara pada ujung corong

  • Percobaan Sachs
 

Daun dibungkus kertas timah dan dibiarkan terkena cahaya matahari sejak pagi hingga sore. Kemudian daun tersebut dimasukkan dalam alkohol agar klorofilnya larut dan daun menjadi pucat. Kemudian ditetesi dengan larutan lugol/yodium, sehingga bagian yang pucat tetap pucat sedangkan yang tidak  tertutup berwarna biru kehitaman. Warna tersebut menandakan bahwa di daun terdapat amilum.